Lain Lain

Opini.id Hadir Dengan Kekeluargaan dan Beropini

Lahir pada 2011, Opini.id, anak perusahaan GVM Networks akhirnya memilih kiblatnya. Opini.id sendiri merupakan sebuah platform yang menggabungkan konsep media sosial berbasis konten dari pengguna dengan konsep media berita. Dalam acara temu media di Jakarta, Selasa (15/11/2015), Opini.id menjelaskan konsep homeless media yang kini diadopsinya. Diwakili Risang B. Dhananto, User Acquisition Manager Opini.id, dijelaskan bahwa homeless media adalah sebuah konsep pemajangan konten di berbagai platform media termasuk di media sosial. Masing-masing platform itu sendiri memiliki native content (otonomi konten) yang sesuai dengan karakter dari platform dan target pasar yang biasa berada di platform tersebut. Sebagai contoh, selama ini, media massa menggunakan media sosial untuk menyebarkan berita yang ada di laman media tersebut. Ketika tautan di media sosial di-klik, pembaca diarahkan ke laman situs untuk membaca konten lebih lengkap. Sedangkan konsep homeless media lebih ke arah memajang konten yang berbeda-beda di banyak kanal meskipun informasinya sama.

Sebagai contoh, akun Opini.id di Facebook menayangkan video 1 menit tentang kebiasaan anak muda yang tidak pernah buang sampah setiap selesai makan di supermarket. Ini karena kebiasaan diskusi dan penyebaran di Facebook yang tepat untuk karakter video 1 menit dan bertema eksperimen sosial. Ia lebih lanjut membandingkan jika di Instagram, Opini.id, akan menyebarkan foto atau gambar inspiratif tentang kebiasaan buang sampah. Sementara itu di laman utama situs Opini.id, ditayangkan polling publik tentang kebiasaan anak muda buang sampah. Intinya, setiap konten disesuaikan dengan karakter kanal tempat menyebarkannya. Lebih lanjut Risang memprediksi bahwa ke depannya, akan semakin banyak muncul penyedia konten yang tidak hanya mengandalkan laman situs atau aplikasi khusus. Konten melalui platform media sosial dianggap lebih efektif untuk menjangkau publik dan untuk membuka diskusi.

Alasan Opini.id mengadopsi konsep homeless media adalah agar konten yang diciptakan dapat disampaikan secara tepat sasaran ke berbagai kalangan massa. Content Builder Opini.id, Mudhita Dharmasaputra, menjelaskan tiga komponen utama dalam konsep homeless media. Pertama yakni dari perspektif konten. Tim editorial mengalami perubahan untuk menjadi lebih adaptif dan mengenal karakter dan tipe dari platform yang akan digunakan sebagai kanal. Kedua dari perspektif bisnis. Sisi konten pemasaran dianggap Opini.id sebagai keunggulan kompetitif untuk mencari pemasukan. Mudhita mengatakan komponen terakhir adalah dari perspektif pemasaran. Opini.id akan menyesuaikan pemahaman terhadap massa masing-masing platform, dan juga akan menyesuaikan cara melakukan aktivitas pemasaran.

Dalam acara yang sama juga diungkapkan data mengenai posisi-posisi media sosial di Indonesia. Berdasarkan survei mobile JAKPAT pada Januari 2016, Facebook masih menjadi platform media sosial nomor satu di Indonesia. Ia diikuti secara berurutan oleh Instagram dan Twitter. Disebutkan juga dalam penelitian tersebut, sebanyak 62 persen responden membuka akun Facebook mereka lebih dari 2-3 kali sehari. Fakta berikutnya dari laporan tersebut mengungkapkan bahwa 53 persen responden menggunakan Facebook untuk mencari informasi-informasi dan berita seputar peristiwa terkini yang terjadi di sekelilingnya. Tren ini mendorong munculnya konsep homeless media yang mengandalkan sindikasi konten lewat berbagai channel selain platform media itu sendiri. Sebagai bentuk nyata dari misi yang ingin membuat orang menjadi tambah peduli dan tergerak untuk berbuat baik dan memperbaiki yang kurang baik. Opini.id mengajak anak muda untuk berkarya melalui video dan program.

Author

eddye

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *