0800 123 4567 contact@yourdomain.com

5 Jenis Investasi yang Perlu Dihindari

SKYdronik Edukasi 5 Jenis Investasi yang Perlu Dihindari
5 Jenis Investasi yang Perlu Dihindari

Edukasi

5 Jenis Investasi yang Perlu Dihindari

Posted By eddye

Millennial kini mulai melek investasi terutama di pasar modal. Sayangnya sebagian dari mereka kurang teredukasi sehingga ada yang sampai menggunakan pinjaman dana untuk investasi. Langkah tersebut kurang tepat, karena utang tidak bisa dijadikan sebagai dana investasi.

Sebenarnya ada cukup banyak investasi yang menjanjikan di tengah perkembangan digital yang semakin membuat perusahan-perusahaan berkompetisi dengan ketat. Namun demikian, sebagai calon investor pemula, ada beberapa jenis investasi yang perlu dihindari.

Apa saja? Berikut adalah ulasannya.

Investasi dalam satu keranjang

Seperti kata pepatah “Jangan pernah menaruh semua telur dalam satu keranjang”. Pepatah tersebut mengajarkan bahwa investasi tidak biasa diandalkan dari satu sumber saja.

Investasi perlu diversifikasi. Jika kamu memiliki tabungan lebih, bisa memanfaatkan berbagai jenis instrumen investasi seperti menabung saham, reksadana, menabung emas, bahkan juga deposito.

Fungsinya agar jika terjadi sesuatu pada salah satu jenis investasi yang dipilih, masih ada cadangan lain yang mungkin tidak terkena dampak yang sama, atau setidaknya tidak mengalami kerugian yang berlebihan.

Investasi dengan sistem ponzi

Investasi dengan skema ponzi seperti lingkaran setan. Sistem ponzi hanya memberikan keuntungan bagi upline. Sebaliknya, justru pada downliner yang bekerja keras mencari jejaring baru dengan iming-iming kekayaan yang berlipat.

Salah satu contoh skema ponzi yang merugikan banyak orang adalah kasus salah satu agen travel umroh. Dengan skema ponzi, jamaah bisa berangkat dengan dana talangan dari jamaah yang baru mendaftar sehingga menciptakan ketergantungan hanya pada pendaftar baru.

Investasi dengan sistem spekulan

Spekulan tidak hanya ditemukan di pasar tradisional saja, tetapi juga ada dalam instrumen investasi seperti jual beli saham pun menjadi salah satu contoh nyata.

Para spekulan tidak memiliki landasan yang jelas dalam berinvestasi. Jika kamu diajak oleh para spekulan seperti ini, sebaiknya dihindari, karena para spekulan kerap menentukan keputusan tanpa pertimbangan yang matang.

Investasi dengan produk yang tidak jelas legalitasnya

Salah satu cara untuk mengetahui investasi tersebut legal atau tidak bisa dilakukan pengecekan melalui OJK. Semua lembaga keuangan yang beroperasi di Indonesia harus mendapatkan izin resmi.

Oleh karena itu, jika ada koperasi atau perusahaan yang menawarkan iming-iming keuntungan besar dari investasi, baiknya diperiksa terlebih dahulu apakah sudah terdaftar di OJK atau belum. Pasalnya bursa saham yang menjadi etalase bagi emiten yang diperjual belikan perusahaan sah dan resmi di Indonesia saja tetap mendapatkan izin dari OJK.

Investasi dengan menggunakan utang

Anggapan ini jelas tidak tepat. Utang tidak bisa digunakan sebagai investasi. Karena hal tersebut bisa jadi merupakan sikap seorang spekulan yang harus dihindari.

Sederhananya, investasi dengan menggunakan utang sama saja dengan gali lubang tutup lubang. Investasi pastilah memiliki risiko meski besar ataupun kecil. Ada kemungkinan bahwa investasi yang dipilih sedang lesu sehingga merugi.

Artinya jika menggunakan utang yang harus dibayarkan dalam periode tertentu tetapi ternyata lenyap dan raib karena investasinya mengalami kerugian sudah pasti meninggalkan beban utang yang cukup besar.

Oleh karena itu, bijaklah saat mengajukan pinjaman dana dari berbagai lembaga keuangan termasuk dari fintech. Pinjaman baiknya hanya digunakan dalam kondisi mendesak saja. Besar atau kecilnya pinjaman tetap sama-sama memiliki kewajiban untuk mengembalikannya.

Pinjaman akan lebih baik jika digunakan untuk kebutuhan produktif seperti menambah modal usaha atau kebutuhan darurat. Nah, salah satu fintech yang bisa diandalkan untuk kebutuhan tersebut seperti Kredivo yang sudah resmi terdaftar di OJK.

Kredivo memiliki dua jenis pinjaman dana yaitu pinjaman mini dan pinjaman jumbo. Yang membedakan hanyalah batas minimum dan maksimum kredit serta tenornya saja.

Suku bunganya cukup fleksibel hanya 2,95% saja per bulan dengan pilihan tenor 30 hari, 3 bulan dan 6 bulan. Plafon yang bisa diberikan Kredivo hingga Rp30 juta.

Artinya selama sisa kreditnya masih tersedia, pinjaman dari Kredivo bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan yang lebih produktif atau hanya untuk kebutuhan mendesak saja.

Written by eddye

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Download it free from the WordPress Repository

Join Now